0812-3132-2947 Monday - Sunday 08:00 - 17:00
Eagle Fundamental Training bersama KBRI Kuala Lumpur, Angkat Mutu Guru Anak Buruh Migran

Eagle Fundamental Training bersama KBRI Kuala Lumpur, Angkat Mutu Guru Anak Buruh Migran

Selama tiga hari berturut – turut mulai 15 – 17 Desember 2019
Program Community Learning Center (CLC) se- Sarawak, Malaysia digelar di Promenade Hotel, Bintulu, Serawak.

Dalam kegiatan ini Eagle Fundamental Training diberikan kepercayaan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI Kuala Lumpur) dalam meningkatkan kapasitas mutu guru bagi buruh migran di Serawak, Malaysia.

Guru bina atau guru profesional yang dikirim oleh Dirjen GTK Kemendikbud RI yang ditugaskan  untuk mendidik anak-anak pekerja migran Indonesia dan guru pamong (guru bantu) kalin ini sebagai pesertadalam kegiatan ini.

Kantor perwakilan RI bekerjasama dengan perusahaan sawit Malaysia ,mendirikan CLC sebagai sekolah berkurikulum Indonesia yang bertujuanuntuk melayani pendidikan anak – anak TKI yang bekerja di Malaysia.

Sebagai pembuka acara Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kuala Lumpur, Mokhamad Farid Maruf, PHd.
Point dari sambutan beliau adalah , bahwa sebelum mendidik peserta didik, guru harus belajar mendidik diri sendiri. Guru harus mempunyai metode baru yang lebih kreatif, metode yang tepat dan menarik dalam melakukan pembelajaran dan sesuai amanat sisdiknas, di manapun keberadaannya, negara wajib memberi layanan pendidikan kepada anak – anak Indonesia sampai tuntas pendidikan dasar.

Sementara, Direktur Eagle Fundamental Training Wahyudi Sukarno memotivasi tentang upaya membangun tim yang solid.

Pria yang akrab disapa Karno ini menyampaikan bahwa untuk membangun tim yang solid maka perlu individu yang menyadari betul bahwa jika ingin sukses, maka mereka membutuhkan tim yang solid itu sendiri.

“Dan tim yang solid berawal dari individu-individu yang handal dan berorientasi pada visi atau goals yang sudah ditentukan,” ucap Karno.

Dia juga memotivasi para guru yang mayoritas sekolahnya di ladang – ladang untuk terus berbesar hati karena jika kita melaksanakan tugas merasa bahwa Tuhan sedang memanggil kita untuk mejalankan ini, maka kita pasti akan melakukannya dengan cara terbaik.

Disamping itu Trainer senior Eagle fundamental Training Mahsun Ismail, S.Ag., MM., yang juga mantal Wakil Bupati Trenggalek 2 periode turut menyampaikan motivasi kepemimpinan. beliau juga menceritakan kisah perjalanan karir pada tahun 1998 dia pernah juga menjadi tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

Dan karena ketrampilan social skill nya bagus, selepas pulang dari Malaysia ia terpilih menjadi Anggota DPRD Kabupaten trenggalek. Hingga sempat menjabat sebagai wakil bupat sampai dua periode pada saat itu.

“Banyak seorang leader yang memiliki keahlian leadership yang handal berawal follower yang memiliki keahlian dan karakter followership yang tinggi,” terangnya

Dan Ringgi Perdini sebagai Pelaksana Fungsi Sosial Budaya KJRI Kuching. Menutup kegiatan Program KBRI Kuala Lumpur dengan menggandeng Eagle Fundamental Training dalam meningkatkan kapasitas mutu guru bagi buruh migran di Serawak, Malaysia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close Menu
WhatsApp chat